DP3AKB, Advokasi Stunting di 10 Desa pada 8 Kecamatan

DP3AKB, (3/9/2019)

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stuntingStunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Dalam upaya pencegahan stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) pada tahun 2019 melaksanakan advokasi melalui Pertemuan Edukasi Pengasuhan 1000 HPK bagi Ibu dan Keluarga di sepuluh (10) Desa meliputi 8 Kecamatan,  yaitu :

  1. Kecamatan Kadipaten : Desa Liang Julang
  2. Kecamatan Jatiwangi : Desa Sutawangi
  3. Kecamatan Palasah : Desa Cisambeng, Desa Kramat, dan Desa Buniwangi
  4. Kecamatan Ligung : Majasari
  5. Kecamatan Bantarujeg : Desa Sindanghurip
  6. Kecamatan Cikijing : Desa Cisoka
  7. Kecamatan Talaga : Desa Ketrahayu
  8. Kecamatan Lemahsugih : Desa Kepuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *