Gempita

GERAKAN MASYARAKAT PEDULI TERHADAP ANAK (GEMPITA)

Persoalan kekerasan pada anak saat ini memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan baik jumlah, maupun ragam kekerasan.  Data menunjukan 1 dari 2 laki-laki, dan 1 dari 6 perempuan setidaknya mengalami salah satu pengalaman kekerasan seksual, fisik atau emosional, bahkan fenomena lain menunjukkan anak sebagai pelaku kekerasan semakin meningkat dan umumnya pelaku pernah mengalami kekerasan sebelumnya.  Fenomena yang terjadi tentu sangat mengkhawatirkan, bahkan kasus kekerasan pada anak makin beragam permasalahannya.

Berbagai upaya untuk menjamin anak Indonesia khususnya di Kabupaten Majalengka dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal dengan menerbitkan kebijakan dan program kegiatan yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.  Upaya-upaya yang selama ini dilakukan lebih fokus pada upaya penangan keluarga dan anak yang rentan dan beresiko/sudah menjadi korban kekerasan.  Sementara upaya preventif masih kurang tersentuh.

Menyadari fenomena seperti diatas, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Majalengka membuat suatu upaya terobosan dalam perlindungan anak dengan menginisiasi lahirnya sebuah “Gerakan Masyarakat Peduli Terhadap Anak”                  ( GEMPITA).  Gerakan ini berupaya untuk melakukan upaya perlindungan anak secara preventif. Menandai adanya GEMPITA di Kabupaten Majalengka, pada tanggal 24 Oktober 2018 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) telah melaksanakan Launching GEMPITA bertempat di Desa Gandu Kecamatan Dawuan.  Melalui GEMPITA, DP3AKB mengajak semua unsur sampai tingkat pemerintahan terbawah, yaitu desa/kelurahan untuk menyelesaikan masalah kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat, upaya perlindungan anak, mencegah kekerasan terhadap anak, dan menanggapi kekerasan, salah satunya melalui GEMPITA.

GEMPITA merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak, menumbuhkan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.

Saat ini GEMPITA di Kabupaten Majalengka sudah terbentuk di 13 desa, dan diharapkan pada tahun 2019 GEMPITA sudah terbentuk di 343 desa/kelurahan se-Kabupaten Majalengka.

GEMPITA berorientasi pada kegiatan terpadu mulai dari promosi dan pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi dengan cara membangun sinergitas dengan jaringan horizontal berupa lembaga desa, perangkat desa, posyandu, PKK, Kader KB, LSM, serta dengan jaringan vertikalyang berupa dukungan SKPD, rujukan layanan kesehatan primer (Puskesmas), P2TP2A dll.

Melalui kebijakan GEMPITA diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya memberikan perlindungan dalam bentuk pencegahan dan penanganan terpadu untuk menurunkan angka kekerasan pada anak dengan mengubah norma sosial dan praktik budaya yang menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan, membangun system pada tingkat komunitas, dan keluarga untuk mendukung pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan.  Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menanggapi kekerasan terhadap anak dengan melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia.

 

Galeri

PELAYANAN GEMPITA